Menjaga Ketenangan Hati di Era Digital: Renungan tentang Bersyukur dan Membatasi Informasi Negatif

Di tengah derasnya arus kabar media sosial yang memicu kecemasan, nilai sabar, tadabbur alam, dan qanaah menjadi oase penyejuk batin yang hakiki.

Budi Santoso
Penulis: Budi Santoso
•Editor: Dewi Kartika, M.I.Kom•
3 menit baca•8.300 views
Kemegahan arsitektur kubah masjid dengan cahaya temaram syahdu waktu senja
Foto: Arsitektur kubah masjid yang megah dan damai di waktu senja.Sumber Gambar: Unsplash / Islamic Architecture

Setiap hari, ponsel pintar kita dibanjiri oleh ratusan notifikasi berita, pamer kemewahan orang lain di media sosial, hingga perdebatan daring yang menguras energi. Kondisi ini kerap memicu rasa gelisah dan hilangnya rasa cukup dalam hati.

Konsep Qana'ah: Merasa Cukup dengan Karunia Ilahi

Dalam ajaran spiritual, sikap qana'ah bukan berarti pasrah tanpa ikhtiar, melainkan sikap batin yang lapang menerima hasil kerja keras dengan penuh keridhaan.

Beberapa langkah sederhana menjaga kesehatan rohani:

  • Berhenti sejenak (digital detox) sebelum tidur dan setelah bangun pagi untuk berdzikir dan beribadah dengan khusyuk.
  • Berfokus pada apa yang kita miliki dan memberi manfaat kepada sesama, bukan membandingkan kehidupan kita dengan sorotan semu di layar kaca.
  • Menjaga lisan dan jemari dari menyebarkan kabar yang belum tentu benar (tabayyun).

Sumber & Referensi Resmi

Untuk menjaga integritas dan akurasi informasi, artikel ini mengacu pada dokumen resmi, rilis otoritas terkait, atau rujukan tepercaya berikut:

  • Kementerian Agama RI

    Kumpulan Khutbah Tematik Ketenangan Jiwa dan Etika Bermedia Sosial

    Diakses: 12 September 2026
Pemberitahuan & Disclaimer Redaksi:Artikel ini disusun untuk tujuan informasi umum dan edukasi. Konten finansial, kesehatan, maupun teknis bukan merupakan nasihat profesional perorangan. Selalu konsultasikan keputusan penting Anda dengan ahli berlisensi atau otoritas berwenang terkait.
Budi Santoso
Penulis & JurnalisBudi SantosoJurnalis Senior Nasional

Wartawan senior bidang kebijakan publik, pemerintahan daerah, dan isu-isu nasional strategis di berbagai pelosok nusantara.

Artikel Terkait & Rekomendasi Otoritatif